bistik daging Bistik Daging . . Bahan : 500 gram daging sapi 1/2 buah bawang bombai 3 sdm kecap manis 1 sdm kecap inggris kecap asin secukupnya 1 sdm saos tiram 2 sdm saos sambal . Bumbu halus : 1/2 sdt lada Pala sejumput 4 siung bwang putih 8 butir bawang merah Garam secukupnya . Bahan pelengkap Wortel rebus Selada Buncis rebus . Cara memasak 1. Rebus Daging sampai agak empuk, Sisihkan air kaldunya lalu potong potong dagingnya 2. Tumis Bawang Bombai sampai wangi lalu masukkan bumbu Halus. 3. Masukkan irisan Daging aduk aduk lalu masukkan Kecap Manis, Kecap Asin, Kecap Inggris saos Tiram dan Saos sambal. lalu masukkan air kaldunya. 4. Masak dengan api kecil dan biarkan airnya mengental dan dagingnya sampai empuk. 5. Cek Rasa apabila sudah pas, angkat dan sajikan dengan selada, wortel dan buncis yang sudah di rebus. . . . . By @dapur_imoetz
~BAHAN-BAHAN~ * 50 gr kopi bubuk * 250 cc air mendidih * 750 cc susu cair * 1/2 sdt vanili * 6 kuning telur * 250 gr gula pasir * 1 sdm maizena * 1/4 sdm garam * 1 sdm gelatin ~CARA MEMBUAT~ 1. Rebus kopi dengan air mendidih,angkat dan saring. 2. Rebus susu bersama vanili Hingga mendidih,Tuang cairan kopi.sisihkan. 3. Kocok kuning telur dengan gula hingga putih,masukkan ke dalam kopi susu hangat.Tambahkan maizena,garam,dan gelatin,aduk rata. 4. Rebus adonan kopi di atas api kecil sambil diaduk hingga kental. Usahakan jangan sampai pecah,angkat dan biarkan dingin. 5. Masukkan kedalam freezer,biarkan hingga setengah beku,keluarkan.kocok lagi dengan mixer. 6. Masukkan lagi ke dalam freezer,ulangi sebanyak 3 kali hingga tekstur es krim menjadi halus.
PEMBALASAN DENDAM ARWAH SANTRIWATI PART#2 Hari demi hari telah dilewati, aku sangat nyaman saat berada disini. Suasana yang damai dan sejuk, serta para ustad dan ustadzah yang penuh perhatian pada semua santrinya. Aku juga selalu melaksanakan tugas yang diamanahkan padaku dengan sangat baik, masih saja teringat pesan dari almarhumah ibu saat beliau masih hidup. Dia selalu mengajarkan agar aku harus menyelesaikan semua tugas yang diberikan padaku dengan sangat rapi dan teliti, tak boleh ada yang terlewati. Atas bimbingan almarhumah ibu lah, akhirnya aku menjadi pribadi yang terbiasa untuk menyelesaikan semua tugas dengan baik, bahkan sedari masih kanak-kanak. Perlahan tapi pasti, semua ustad dan ustadzah yang ada disini mulai menyukai kepribadianku, bahkan bisa dibilang mereka menaruh 'perhatian lebih' padaku, dibanding para santri yang lain. Aku juga sering kali dipanggil oleh Bu nyai, beliau selalu memintaku untuk mendampingi tugasnya selama berada di ruang kerja miliknya....
Comments
Post a Comment